Selasa, 29 Desember 2009

Ada luka di wajahmu

Ada luka di wajahmu
ku tau itu
karena semalam purnama mengatakannya
padaku katanya,
sinarmu tak lagi mampu
menyamai biasnya redup,
sekelabu mendung di biru langit
pada hal, inginku bingkai purnama
wajahmu di sandingnya
agar hatiku jadi bianglala lukamu….
apakah aku dapat membalutnya?
Ada luka di wajahmu
goresannya tersamar
dan kasat di mata
ingin kuseka luka itu
dengan tetes embun dari syurga
tapi kau bilang, kau telah menyekanya
dengan tetes embun dari duka
Ada luka di wajahmu
ingin ku basuh muka itu
dengan air dari telaga
tapi kau bilang kau telah membasuhnya
dengan air dari nestapa
Sayang, ada luka di wajahmu
tapi kau bilang itu bukan luka
itu hanyalah goresan yang timbul
karena hampa….
Terkeluh lidah pada pertemuan pertama
sebuah figura,
terpaku kaku di sudut kamar
tenggelam, dalam debur ombak kepedihan
tertoreh luka pada wajah
darahnya menetes di celah jemari
terketar, terlepas dari genggaman
sekuntum senyum retak di hujung bibir
terkulai bebunga kata,
layu di hujung senja
kelopaknya gugur
pada kesempatan pertama..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar